Siapa Saja yang Perlu Rapid Test Covid-19?

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Rapid Test Covid-19?

Saat ini penyebaran virus corona begitu meningkat, namun banyak juga pasien yang sudah sembuh. Untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus ini, kita semua harus bisa sadar diri dan saling mengingatkan agar selalu menerapkan social distancing sesuai anjuran pemerintah.

Selain menerapkan social distancing, melakukan rapid test juga termasuk upaya dalam memutuskan rantai penyebaran covid-19 ini. Namun, tidak sembarang orang bisa melakukan rapid test ada beberapa kriteria orang yang diprioritaskan terlebih dahulu.

Jika dalam 14 hari terakhir Anda tidak berpergian ke daerah zona merah ataupun tidak bertemu dengan orang yang berasal dari zona merah, Anda hanya perlu isolasi mandiri di rumah. Jika selama karantina muncul gejala COVID-19, seperti batuk, suara serak, demam hingga sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Kriteria Orang yang Harus Diprioritaskan Melakukan Rapid Test

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Kategori ini merupakan orang yang terlihat sehat dan tanpa gejala apapun, tetapi pernah melakukan kontak atau bertemu langsung dengan orang yang positif terpapar virus corona dan juga orang yang baru tiba dari zona merah atau luar negeri.

Jika hasil rapid test negatif, orang tersebut harus melakukan karantina dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan physical distancing. Setelah masa karantina memasuki hari ke-10, harus melakukan tes ulang. Jika hasilnya positif, maka harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu swab test atau Polymerase Chain Reaction (PCR).

Jika hasil rapid test positif, orang tersebut harus dikarantina dengan menerapkan PHBS dan physical distancing. Selain itu, orang tersebut juga harus dipastikan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan PCR atau swab test sebanyak 2 kali selama 2 hari berturut-turut.

Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Kategori ini merupakan orang yang memiliki gejala atau tanda-tanda terpapar covid-19, orang yang baru saja tiba dari luar negeri atau zona merah, atau memiliki riwayat melakukan kontak dengan orang yang telah positif COVID-19.

Mirip dengan yang diterapkan untuk Orang Tanpa Gejala (OTG), jika hasil rapid test negatif, orang tersebut harus melakukan karantina dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan physical distancing. Setelah masa karantina memasuki hari ke-10, harus melakukan tes ulang. Jika hasil tes ulang positif, maka harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu swab test atau PCR.

Jika hasil rapid test positif, orang tersebut harus melakukan karantina dengan menerapkan PHBS dan physical distancing. Selain itu, orang tersebut juga harus dipastikan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan PCR atau swab test sebanyak 2 kali selama 2 hari berturut-turut.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Kategori ini adalah mereka yang mengalami gejala, serta memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri atau zona merah serta pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Jika hasil rapid testnya negatif, harus melakukan karantina dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan melakukan physical distancing. Setelah masa karantina memasuki hari ke-10, harus melakukan pemeriksaan dan tes ulang. Jika hasil tes ulangnya positif, maka harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu PCR atau swab test.

Jika hasil tesnya positif, orang tersebut harus melakukan isolasi diri di rumah (gejala ringan), isolasi di RS darurat (gejala sedang), atau isolasi di RS rujukan (gejala berat). Untuk langkah selanjutnya, perlu dipastikan lagi dengan melakukan pemeriksaan PCR atau swab test sebanyak 2 kali selama 2 hari berturut-turut.

Untuk Anda yang tinggal di Surabaya, bisa mencari info selengkapnya tentang covid test surabaya melalui situs kesehatan terpercaya di Halodoc.com. Untuk mempermudah dalam mengaksesnya, silahkan Anda install aplikasinya terlebih dahulu.

Anda dapat terhubung dengan banyak dokter dari berbagai rumah sakit yang selalu siap membantu Anda dalam konsultasi kesehatan. Dengan bantuan fitur chat di aplikasi halodoc, konsultasi kesehatan jadi lebih mudah tanpa harus repot mengantri panjang. Jika diharuskan bertemu dengan dokter untuk pemerikasaan lebih lanjut, Anda bisa membuat jadwal pertemuan dengan dokter di rumah sakit terdekat dari tempat tinggal Anda.

Semoga Anda selalu sehat dan semoga masa pandemi ini segera berakhir.